Selasa, 25 September 2012

Ada yang pernah mendengar tentang Kiva 




     Kiva adalah organisasi yang memfasilitasi pembiayaan mikro secara langsung kepada pengusaha-pengusaha kecil di seluruh dunia. Dengan bantuan Kiva, kita secara langsung memberikan pinjaman kepada pengusaha mikro yang hendak kita bantu. Prinsipnya adalah menjembatani pihak yang ingin membantu pengentasan kemiskinan melalui pembiayaan mikro yang transparan dan langsung kepada pihak yang membutuhkan tanpa mekanisme yang rumit.

         Sudah sering kita mendengar dan mengamati ratusan program pengentasan kemiskinan yang tidak tepat sasaran dan bahkan mungkin disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Baik program berupa hibah, maupun pinjaman lunak; seringkali tidak efektif untuk menyelesaikan agenda pengentasan kemiskinan. Program-program yang digulirkan oleh pemerintah atau lembaga internasional (mis. World Bank), tidak cukup menyentuh secara langsung pihak yang perlu dibantu. Bahkan dalam beberapa kasus, pinjaman lunak tersebut justru dinikmati oleh pengusaha yang relatif mapan.
 

       Muhammad Yunus melalui proyek Grameen Bank dan Grameen Trust-nya telah menekankan pentingnya kredit sebagai kekuatan ekonomi sekaligus kekuatan sosial untuk pengentasan kemiskinan. Pemberian kredit merupakan suatu bentuk participatory program yang membantu menumbuhkan kemandirian dan memastikan sustainability dari program pengentasan kemiskinan tersebut. Dalam jangka panjang, pemberian kredit mikro akan mengurangi kemiskinan secara umum melalui pemberian lapangan pekerjaan yang memberikan keuntungan langsung pada segmen masyarakat di sekitar garis kemiskinan. 

      Kiva memberikan alternatif solusi pembiayaan mikro tanpa melalui bank mikro atau modal ventura sebagaimana yang dicontohkan oleh Muhammad Yunus. Kiva menawarkan karakteristik partisipasi untuk pengentasan kemiskinan kepada pemberi kredit juga. Sebagian besar dana yang dikumpulkan oleh Kiva merupakan dana langsung yang dikumpulkan dari individu di berbagai belahan dunia. Dana ini akan secara langsung pula disalurkan kepada pengusaha-pengusaha mikro yang menjadi binaan Kiva melalui partner-partner yang ditunjuk. Melalui partner-partner itu pula-lah, Kiva mengumpulkan pengusaha mikro yang ”layak” untuk dibiayai.

Di Indonesia, Kiva mempunyai beberapa partner :
  1. Mitra Bisnis Keluarga (MBK); Ventura
  2. Yayasan Mitra Dhuafa (YAMIDA); Yayasan
  3. Dian Bhuana Lestari (DINARI); Yayasan
       MBK berbasis di Tangerang dan Bogor, YAMIDA berbasis di Aceh, dan DINARI beroperasi di Bali. Kecuali DINARI, dua partner yang lain merupakan bagian dari GRAMEEN TRUST Project untuk melakukan replikasi model Grameen Bank untuk penyaluran kredit mikro. Ketiga partner ini tidak hanya mengandalkan Kiva untuk melakukan kegiatan financing-nya, ada beberapa lembaga lain yang memfasilitasi kegiatan mereka.

 
        Sampai pertengahan April 2008 , jumlah pengusaha mikro Indonesia yang mendapat kredit melalui 3 partner ini sebanyak 1.330 orang dengan jumlah pinjaman (via Kiva) sebesar US$263,550 (atau setara Rp 2,4 milyar dengan kurs Rp 9.200). Padahal, pencapaian ini didapat hanya dalam tenggat 6 bulan sejak bergabung dengan Kiva! (hanya MBK yang sudah bergabung selama 13 bulan). Luar biasa!


       Jadi, Kiva memberikan kesempatan kepada kita untuk berpartisipasi dalam usaha pengentasan kemiskinan. Kapan lagi kita berkesempatan menjadi banker for the poor .... dan membantu menurunkan tingkat kemiskinan di negeri ini!